Kisah Sexku Kalah Dalam Sex 2 Ronde Berturut Turut

Kisah Sexku Kalah Dalam Sex 2 Ronde Berturut Turut

Kisah Sexku Kalah Dalam Sex 2 Ronde Berturut Turut

Kisah Sexku Kalah Dalam Sex 2 Ronde Berturut Turut – Jadilah saya terbang ke Jakarta. Ketika saya tiba di Jakarta, saya langsung memberi tahu Sheena tetapi karena Sheena masih di kantor dan saya sibuk dengan urusan imigrasi saya, kami hanya bisa membuat janji bertemu pada hari Sabtu, meskipun esoknya saya harus pergi karena Kuala Lumpur. Bagi pembaca yang ingin tahu tentang pertemuan kami, bacalah ceritanya.

jelaspoker

Singkat cerita, kami berdua bertemu di Cengkareng, tanpa berciuman dan berpegangan tangan, kami menuju ke konter check-in, tak lama kemudian kami berdua duduk di kursi pesawat yang siap berangkat menuju Kuala Lumpur. Setelah pesawat mengudara dan sabuk pengaman dilepaskan, tangan Sheena masuk ke pahaku, batang tubuhku menjadi tegang. Karena saya menggunakan Jeans, batang alat kelamin saya sakit sedikit. Dia tampaknya telah mengerti.

Meskipun Sheena sungguh pandai dalam merencanakan rangsangan, posisi kursi pesawat tidak memungkinkan berbuat macam-macam tanpa ‘bikin heboh’. Dengan terpaksa kutahan nafsu birahiku, tapi aku tetap mau balas biar iapun jadi ‘susah’. Dari dalam selimut, tanganku mengelus-elus dadanya. Sengaja aku tidak memasukkan jari-jariku ke dalam bajunya, cukup kuelus dari luarnya saja. Setelah kulihat Sheena menjadi agak “tidak tenang”. Ia mendengus pelan, “Enghh.. hh.

Saya merasa tubuh saya agak hangat dan sendi saya agak rematik seolah-olah saya ingin kedinginan. Masalahnya adalah bahwa saya baru saja bepergian jauh dari Brisbane kemarin (Sabtu, membaca cerita “Membuat Skor Bersama”) ML baru saja “keluar bersama” di Jakarta. yang tua. Aku memeluknya dengan lembut dan penuh kasih sayang dari belakang, telapak tanganku membalikkan kedua payudaranya, mencium di belakang telinganya dan turun ke leher kanan, aku mencium dan meremukkan lehernya.

Saya tetap berdiri di belakang Sheena, sekarang saya telah bertelanjang dada sementara tubuh bagian atas Sheena hanya mengenakan bra. Aku memeluknya dari belakang, bibirku mencium telinganya, tanganku bergerak naik dari perutnya di bawah payudaranya. Perlahan jari-jariku meluncur ke dalam bra, menangkup kedua payudaranya dengan segera.

Auh.. enghh..,” desisnya makin jelas terdengar. Sejenak kemudian ia mendadak berbalik sehingga tanganku terlepas dari buah dadanya. Ia lalu mencium dan melumat bibirku. Tanganku yang tadi terlepas sekarang telah menemukan kembali kedua buah dadanya yang kini berada didepanku. Kuelus-elus kedua buah dadanya lalu kupencet lembut putingnya dengan ibu jari dan jari telunjukku.

Ia sudah dapat menebak apa yang akan kulakukan makanya iapun membuka kedua pahanya. Aku tahu kemaluannya sudah ingin dijilati dan digelitiki oleh lidahku, tapi aku memulainya dengan menjilati pangkal pahanya dulu, yang kanan lalu yang kiri, kemudian malah naik keperut. Pantatnya bergerak-gerak, iapun menggeliat dan mengerang, “Emmhh.. uusshh”

Saya juga menjadi lebih bersemangat, menggunakan puting kanannya sementara puting kiri saya dijepit dengan jari-jari tangan kiri saya sementara jari telunjuk tangan kanan saya masih tenggelam di dalam lubang kemaluannya. Sesekali aku merasakan cincin vaginanya mencubit jariku. Meskipun aku terangsang, aku masih bisa takjub, bagaimana bisa jari telunjukku sekecil ini bisa dijepit sekeras ini.

Sekarang aku benar-benar ‘sekarat’. Dia benar-benar mempercepat dan menurunkan pantatnya. Aku berusaha mati-matian untuk bertahan hidup, setiap kali pantatnya diturunkan, aku berkedut dan mendengus “Enghh … enghh … enghh … enghh,” tapi aku tidak bisa bertahan hidup lagi. Rasanya kurang dari 5 menit setelah dia berakselerasi naik dan turun sambil menjepit, penisku berdenyut dan akhirnya, “Uhh ..” pertahananku rusak, aku muncrat di lubang kemaluannya. Saat ayam yang berdenyut itu menyemprotkan surai saya, dia terus naik dan mengeraskan cincin vagina. Rileks tubuhku, semua ototku terasa terpisah dari tulangku, kesenangan itu benar-benar bagus.

Sheena tidak langsung bangkit, ia hanya berbaring di dadaku dengan batang kemaluanku masih menancap di vaginanya. Pelan-pelan batang kemaluanku melemas. Campuran sperma dan lendirnya mengalir keluar dari lubangnya, meleleh ke selangkanganku dan ke sprei ranjang. Ia menggeliat ke telingaku dan berbisik “Satu nol ya..,” sambil tersenyum.

Kisah Sexku Kalah Dalam Sex 2 Ronde Berturut Turut

BANDAR POKERAGEN CAPSA | AGEN SBOBET | AGEN TERPERCAYA

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama
JELASBOLA Agen Judi Online Piala Dunia 2018
JELASBOLA Situs Judi Resmi Piala Dunia 2018Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Layanan Online 24 jam non-stop.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*